HOME
Home » Karya Ilmiah » Belajar untuk Mengejar Nilai..?

Belajar untuk Mengejar Nilai..?

Posted at March 30th, 2012 | Categorised in Karya Ilmiah

Belajar bagi pelajar sejak jaman nenek moyang kita telah menjadi hal lumrah,hal yang sungguh tak asing,dan tentunya wajib bagi seluruh orang.Cara orang belajar berbeda-beda tapi hanya satu tujuan yaitu memahami dan memiliki ilmu.

 

“sepertinya belakangan ini nilai pelajaran ku turun berjenjang, kira-kira masalahnya apa ya” tanya saya.

 

“tiap hari harus ngerjain PR, belum lagi kegiatan-kegiatan lain yang menyita waktu”

 

“lagian, sekolah itu kan bukan untuk mengejar nilai loh”

 

beberapa menit saya terdiam apakah belajar untuk mengejar nilai???

 

atau untuk mencapai dan memahami ilmu pengetahuan???
setelah berpikir beberapa saat, ada dua jawaban atas pertanyaan tersebut, yaitu:

 

 

Jawaban pertama : Saya dapat membenarkan jawaban tersebut dengan alasan  sesungguhnya sekolah bukan cuma untuk mengejar nilai dari guru, tapi bagaimana seseorang pelajar mampu memahami materi pelajaran yang diberikan tanpa diikat oleh embel-embel ‘nilai’. alasan ini memberi kebebasan bagi peserta didik untuk ber ekspresi, bebas mengeluarkan ide dengan cara pandang yang berbeda dalam menyikapi persoalan dalam pelajaran mereka. Mereka akan belajar sendiri untuk memahami sesuatu dengan belajar dari pengalaman-pengalaman mereka, dan tidak terbebani embel-embel nilai ‘jelek’ dan ‘bagus’

 

NILAI VS ILMU

jawaban Kedua: Saya juga bisa menyalahkan jawaban tersebut dengan alasan  tanpa embel-embel ‘nilai’ tersebut, jadi kita tidak tahu sejauh mana seseorang memahami suatu materi pelajaran yang dia terima. ‘Nilai’ dengan embel-embel angka tersebut merupakan ukuran yang diberikan untuk memetakan dan mengetahui sejauh mana seseorang memahami suatu persoalan dalam materi pelajaran yang dia terima. Sekolah sekarang memang telah digariskan hanya untuk mengetahui sesuatu masalah tanpa peduli sejauh mana hal itu terimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Jadi memang, sekolah saat ini sudah seperti hafalan saja tanpa menyentuh langsung pada realitas.

 

 

Bagaimana sesungguhnya Pendidikan kita?

 

 

Persoalan pendidikan Indonesia saat ini seolah menganggap bahwa ‘nilai’ bukan lagi sebagai bentuk pemetaan, tapi menjadi tujuan akhir dari pendidikan itu sendiri. Orientasi seperti ini telah mendorong para pendidik di sekolah-sekolah untuk meminta peserta didik (siswa) mengejar nilai setinggi-tingginya. Persoalan pelajar mampu memahami materi yang diberikan bukan jadi soal yang penting lembar-lembar kerja siswa terisi penuh dengan jawaban yang benar sudah cukup. Para pendidik seringkali tidak mau tahu bagaimana proses siswa memperoleh jawaban tersebut. Apakah hasil tersebut merupakan murni hasil kerja siswa atau bukan, tidak jadi soal.

 

 

Kondisi inilah yang kemudian mendorong siswa hanya berorientasi untuk memperoleh nilai semata dengan angka-angka tertentu tanpa tahu apa tujuan sesungguhnya mereka belajar. Mereka kemudian menjadi tidak mampu berpikir kritis karena memang tidak diberi kesempatan untuk itu. Mereka hanya diberi waktu untuk menjawab segudang soal-soal teori dalam waktu yang singkat. Mereka kemudian hanya menjadi individu-individu penghafal sebagaimana menghafal ayat-ayat suci atau mantra-mantra. Ironisnya, seringkali  para pendidik memberikan segudang PR tanpa memberi penjelasan terlebih dahulu dengan alasan agar siswa lebih aktif untuk belajar. Para siswa kemudian dipaksa untuk memanfaatkan waktu mereka hanya untuk menghafal, menghafal dan menghafal.

 

 

Implikasi dari kondisi pendidikan Indonesia seperti ini tentu saja adalah tidak mampunya siswa-siswa untuk berpikir kritis dan utamanya adalah bagaimana mengimplementasikan apa yang mereka pelajari dengan realitas yang ada. Ilmu hafalan yang mereka bangun membuat para siswa menjadi individu-individu yang tidak peka terhadap setiap persoalan yang timbul. Hal ini juga akan membuat kepekaan sosial semakin hilang dan tidak peduli pada sesama.

 

 

Idealnya pendidikan yang kita terima adalah pendidikan yang mampu menjadikan para individu menjadi lebih kritis. Mampu merangkum setiap pengalaman menjadi modal untuk memperbaiki diri di masa depan. Mengurangi volume kesalahan  pada tindakan dan meningkatkan yang positif dapa tindakan selanjutnya. Pendidikan yang kemudian merangsang Individu untuk berjiwa sosial dan paling penting mampu mengubah keadaan tanpa hanya sekadar mengetahu keadaan tersebut. Tentu saja, pendidikan seperti ini bukanlah pendidikan yang hanya mengejar nilai semata, tapi pendidikan yang lebih mendorong pada pemahaman dan menghubungkannya pada realitas.

 

“Inilah Realita Pendidikan di Indonesia,Kapan Semua ini Berakhir”

 

refference: Fakta dan Realita Pendidikan

 

 

No comment for Belajar untuk Mengejar Nilai..?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Post to Belajar untuk Mengejar Nilai..?

Tech in Asia Jakarta 2015

Posted at November 27, 2015

Tech in Asia adalah Komunitas Online pelaku startup di Asia. Tahun ini kembali Tech in Asia (TIA) mengadakan event rutin yaitu International Conference di... Read More

olimpiade biologi

Tips Menghadapi Olimpiade Biologi SMA

Posted at January 16, 2014

Tips Menghadapi Olimpiade Biologi SMA – olimpiade adalah sebuah ajang perlombaan di mana para peserta beradu prestasi. Maka untuk kali ini saya kan coba... Read More

Soal CPNS Online Terbaru dan Lengkap

Posted at October 27, 2013

Pengangguran di Indonesia Makin hari makin bertambah dan Lowongan Pekerjaan makin hari makin berkurang akibatnya LOKER atau lowongan Pekerjaan menjadi Eksklusif dan bahkan sering... Read More

Contoh Kegunaan dan Prosedur Makalah

Contoh Kegunaan dan Prosedur Makalah

Posted at June 11, 2013

Makalah adalah karya ilmiah yang tak lepas dari kehidupan para pelajar dan pembelajar, makalah sering di berikan oleh guru di sekolah maupun dosen di... Read More

Contoh Rumusan Masalah dan Tujuan Makalah

Contoh Rumusan Masalah dan Tujuan Makalah

Posted at June 11, 2013

Sebelum Menyusun Makalah kita harus terlebih dahulu menentukan Rumusan Masalah yang akan di bahas dan teliti pada makalah itu dan juga merupakan rangkain dari... Read More