Karya Ilmiah

Pesona Danau Tempe

Dahulu danau ini menjadi salah satu pemasok utama ikan air tawar untuk provinsi Sulawesi Selatan bahkan sampai ke pulau Jawa. Selain jumlah ikan air tawar yang melimpah, danau Tempe juga unik karena masyarakat membuat rumah-rumah terapung di tengah danau. Persis masyarakat suku Bajo, masyarakat danau Tempe seperti tak bisa terlepas dari kehidupan ekosistem air. Menyusutnya hutan di hulu danau menyebabkan debit air turun drastis. Luas danau yang awalnya sekitar 35ribu hektar kini menjadi sekitar 30 ribu hektar pada musim hujan bahkan menyusut hingga hanya 10 ribu hektar pada musim kemarau. Meskipun begitu masih banyak masyarakat yang menggantungkan hidupnya pada hasil ikan dan pertanian di sekitar danau seperti yang dilakukan para generasi terdahulu. Perjalanan menyusuri sungai Walennae kota Sengkang menuju danau Tempe terasa mengasikan. Melihat aktivitas masyarakat rumah terapung layaknya masyarakat yang hidup di darat.

Pesona Keindahan Danau Tempe

Pesona Danau Tempe masih menjadi objek wisata andalan Pemerintah Kabupaten Wajo. Bahkan, danau yang menjadi ikon Kabupaten Wajo ini, diharapkan menghasilkan PAD dari sektor kepariwisataan.

Pemkab menilai, panorama alam Danau Tempe masih terjaga keasliannya karena belum tersentuh modernisasi.layak dijual di Asia, karena suasananya Dana Tempe masih alami. Misalnya, para ibu-ibu ataupun muda-mudi yang mandi di sungai masih menggunakan sarung dan anak-anak mandi tanpa busana penuh ceria.

“Pemandangan seperti itu menarik minat turis manca negara. Dana Tempe memang pangsa pasarnya bukan untuk wisatawan domestik karena pemandangan seperti itu dianggap biasa,”

Dari sisi lingkungan, Danau Tempe memiliki arti penting. Selain sumberdaya ikan, ekosistem riparian di sekitarnya merupakan habitat berbagai jenis burung. Beberapa adalah burung migran yang melintasi antar benua dan singgah di danau tersebut di musim tertentu. Sebagian jenis burung masuk dalam Apendiks I dan II CITES (Convention on International Trade in Endangered Species), sebuah konvensi tentang perdagangan internasional atas hewan-hewan terancam punah.

Di tengah-tengah Danau Tempe, tampak ratusan rumah terapung milik nelayan ( Manusia Rai ) yang berjejer dengan dihiasi bendera yang  berwarna-warni. Dari atas rumah terapung itu, wisatawan dapat menyaksikan terbit dan terbenamnya matahari di satu posisi yang sama, serta menyaksikan beragam satwa burung, bunga-bungaan, dan rumput air yang terapung di atas permukaan air. Di malam hari, para pengunjung  dapat menyaksikan indahnya rembulan yang menerangi Danau Tempe sambil memancing  ikan.

Namun keindahan dan kemampuan Danau Tempe dalam menopang kehidupan masyarakat di sekitarnya memudar seiring berjalannya waktu. Danau Tempe mengalami pendangkalan, itulah kesimpulan banyak ahli lingkungan. Saat kemarau, airnya menyusut sangat drastis hingga danau yang mengering menjadi sumber konflik dalam pengusahaan pertanian. Saat musim hujan dan banjir, rumah panggung penduduk pun terendam. Seolah memaksa penduduk berhenti beraktivitas.

 

Tags
Show More

Andi Agus

I am Blogger Nusantara

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker