Opini Pelajar

Refleksi Sejarah Indonesia

Sejarah adalah peristiwa-peristiwa yang telah terjadi di masa lalu dan akan berkaitan dengan masa depan. Setiap Bangsa, Negara, Bahkan Seseorang Memiliki masa lalu dan itu bisa di sebut Sejarah, Ada sejarah Kelam dan juga sebaliknya.

Sejarah Menurut Wikipedia adalah catatan peristiwa-peristiwa di masa lampau yang tersusun berdasarkan waktu.

 

Orang yang fokus mempelajari ilmu sejarah adalah sejarawan, sejarah adalah ilmu turunan dari ilmu Sosial, sering juga sejarah di kaitkan dengan budaya, tapi budaya bukanlah sejarah menurutku. Biasanya sejarah menceritakan tokoh ataupun perabadan manusia. Sejarah berdasrkan sumber dapat dikategorikan menjadi dua yaitu:

1. Sejarah Berdasarkan Tutur Kata / Kronologi berdasarkan Saksi Sejarah yang menyaksikan ataupun tokoh dalam sejarah.

2. Sejarah berdasarkan Fakta/Bukti Fisik/ Kitab

Sejarah bukanlah ilmu pasti seperti Matematika, Fisika, Biologi, dan Kimia, sejarah adalah ilmu yang mengharuskan seseorang untuk menganalisa dan membandingkan bukti2 sejarah sebelum mengambil kesimpulan. Sejarah mengenai satu peristiwa dapat berbeda-beda atau bisa banyak versi tergntung sumber sejarah yang di temukan dan tergantung sisi penulis/pembuat bukti sejarah.Wajib di pelajari karena akan sangat berguna untuk diketahui,Kenapa Penting ? agar Budaya ataupun Peradaban di masa lalu bisa tetap di lestarikan dan sebagai Ilmu Pengetahuan. Sejarah dapat juga menjadi referensi untuk mengambil tindakan di masa depan.

 

Sejarah Indonesia Harus tetap di jaga  dan terus di pelajari karena sejarah sangat mempengaruhi pola pikir sebagian orang, dan juga sekarang ini dengan adanya Globalisasi banyak Generasi Muda atapun Pelajar yang menjadi pemegang tongkat Estafet Kepemimpinan telah banyak melupakan sejarahnya sendiri dan lebih cenderung mempelajari sejarah negara barat dan mungkin juga sejarah yang di pelajari hari ini adalah sejarah yang telah diubah untuk maksud tertentu dengan kata lain untuk tujuan politik.Inilah sebabnya dalam sejarah satu peristiwa masa lalu kadang terdapat perbedaan karena tergantung dari pandangan penulis naskah sejarah.

sejarah indonesia

seperti yang di pelajari di pendidikan formal bahwa ” Bangsa yang Besar adalah Bangsa yang menghargai sejarahnya” makanya

kalau bukan kita, siapa lagi?

kalau bukan sekarang, kapan lagi

 

Sejarah bukan berarti kita harus selalu menoleh ke masa lalu, sejarah baiknya itu untuk memacu diri dan sebagai pengalaman yang sangat berharga.Dan begitu banyak Pelajaran yang dapat di peroleh seperti Pada Peristiwa 10 November 68 tahun silam, pada peristiwa ini para pemuda dan pejuang Indonesia di hadapkan pada pilihan “MERDEKA atau DIJAJAH”. Hari itu di tahun 1945 kota surabaya bergelimpahan ribuan mayat tak berdosa yang menjadi saksi kebiadapan para penjajah ini sungguh ironi yang harus di tanggung oleh sebuah bangsa yang besar.Demi Sebuah Harga diri para pejuang di surabaya berus menolak untuk menyerah kepada penjajah yang waktu  itu adalah SEKUTU dan dengan dukungan aktif semua masnyarakat yang bersatu. Pada Waktu itu Bung Tomo Membakar semangat para pejuang dengan gelora suara yang sangat lantang “Maju Terus Pantang Mundur, hingga tetes darah penghabisan”.

 

Semangat dan persatuan yang begitu kokoh tak sia-sia karena para pejuang berhasil mengibarkan Sang Saka Merah Putih di atas Hotel Yamato dan pertempuran ini juga banyak menewaskan tentara sekutu termasuk Brigadir A.W.S Mallaby.

Memang Waktu itu bangsa Indonesia berada pada Titik Puncak Pejuangan dalam Rangka Kemerdekaan apapun di relakan walau nyawa melayang seperti falsafah hidup para pejuang yaitu lebih mati karena bertempur dari pada hidup di injak-injak penjajah, jadi yang ingin di sampaikan para pejuang adalah “hidup terhormat atau mati mulia”.

 

Begituu banyak tumpahan darah demi kemerdekaan tapi hanya di jadikan seromonial belaka dan di pelajaran sejarah di buku pelajaran sekolah.dan akhir-akhir ini telah terungkap satu persatu para pengkhianat bangsa yang mungkin telah melupakan sejarahnya, mereka adalah para Koruptor.

 

Lantas, bagaimana cara untuk melwannya? Semua harus kembali pada diri sendiri kata “tekat,” “ikhlas,” dan “pantang menyerah.” Tekat berarti menata dan memperkuat kembali niat untuk bekerja untuk bangsa. Ikhlas berarti tanpa mengharap imbalan dari apa yang telah di perbuat. Pantang menyerah berarti totalitas hingga tetes darah penghabisan dalam berikhtiar.

Selamat Hari Pahlawan

Tags
Show More

Andi Agus

I am Blogger Nusantara

Related Articles

One Comment

  1. Generasi muda itu wajib membaca sejarah silam agar mereka tahu akan dibawa kemana Negeri ini…

    Mantap nih min aktikelnya.
    Thanks for sharing

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker