HOME
Home » Opini Pelajar » Refleksi Sejarah Indonesia

Refleksi Sejarah Indonesia

Posted at November 11th, 2013 | Categorised in Opini Pelajar

Sejarah adalah peristiwa-peristiwa yang telah terjadi di masa lalu dan akan berkaitan dengan masa depan. Setiap Bangsa, Negara, Bahkan Seseorang Memiliki masa lalu dan itu bisa di sebut Sejarah, Ada sejarah Kelam dan juga sebaliknya.

Sejarah Menurut Wikipedia adalah catatan peristiwa-peristiwa di masa lampau yang tersusun berdasarkan waktu.

 

Orang yang fokus mempelajari ilmu sejarah adalah sejarawan, sejarah adalah ilmu turunan dari ilmu Sosial, sering juga sejarah di kaitkan dengan budaya, tapi budaya bukanlah sejarah menurutku. Biasanya sejarah menceritakan tokoh ataupun perabadan manusia. Sejarah berdasrkan sumber dapat dikategorikan menjadi dua yaitu:

1. Sejarah Berdasarkan Tutur Kata / Kronologi berdasarkan Saksi Sejarah yang menyaksikan ataupun tokoh dalam sejarah.

2. Sejarah berdasarkan Fakta/Bukti Fisik/ Kitab

Sejarah bukanlah ilmu pasti seperti Matematika, Fisika, Biologi, dan Kimia, sejarah adalah ilmu yang mengharuskan seseorang untuk menganalisa dan membandingkan bukti2 sejarah sebelum mengambil kesimpulan. Sejarah mengenai satu peristiwa dapat berbeda-beda atau bisa banyak versi tergntung sumber sejarah yang di temukan dan tergantung sisi penulis/pembuat bukti sejarah.Wajib di pelajari karena akan sangat berguna untuk diketahui,Kenapa Penting ? agar Budaya ataupun Peradaban di masa lalu bisa tetap di lestarikan dan sebagai Ilmu Pengetahuan. Sejarah dapat juga menjadi referensi untuk mengambil tindakan di masa depan.

 

Sejarah Indonesia Harus tetap di jaga  dan terus di pelajari karena sejarah sangat mempengaruhi pola pikir sebagian orang, dan juga sekarang ini dengan adanya Globalisasi banyak Generasi Muda atapun Pelajar yang menjadi pemegang tongkat Estafet Kepemimpinan telah banyak melupakan sejarahnya sendiri dan lebih cenderung mempelajari sejarah negara barat dan mungkin juga sejarah yang di pelajari hari ini adalah sejarah yang telah diubah untuk maksud tertentu dengan kata lain untuk tujuan politik.Inilah sebabnya dalam sejarah satu peristiwa masa lalu kadang terdapat perbedaan karena tergantung dari pandangan penulis naskah sejarah.

sejarah indonesia

seperti yang di pelajari di pendidikan formal bahwa ” Bangsa yang Besar adalah Bangsa yang menghargai sejarahnya” makanya

kalau bukan kita, siapa lagi?

kalau bukan sekarang, kapan lagi

 

Sejarah bukan berarti kita harus selalu menoleh ke masa lalu, sejarah baiknya itu untuk memacu diri dan sebagai pengalaman yang sangat berharga.Dan begitu banyak Pelajaran yang dapat di peroleh seperti Pada Peristiwa 10 November 68 tahun silam, pada peristiwa ini para pemuda dan pejuang Indonesia di hadapkan pada pilihan “MERDEKA atau DIJAJAH”. Hari itu di tahun 1945 kota surabaya bergelimpahan ribuan mayat tak berdosa yang menjadi saksi kebiadapan para penjajah ini sungguh ironi yang harus di tanggung oleh sebuah bangsa yang besar.Demi Sebuah Harga diri para pejuang di surabaya berus menolak untuk menyerah kepada penjajah yang waktu  itu adalah SEKUTU dan dengan dukungan aktif semua masnyarakat yang bersatu. Pada Waktu itu Bung Tomo Membakar semangat para pejuang dengan gelora suara yang sangat lantang “Maju Terus Pantang Mundur, hingga tetes darah penghabisan”.

 

Semangat dan persatuan yang begitu kokoh tak sia-sia karena para pejuang berhasil mengibarkan Sang Saka Merah Putih di atas Hotel Yamato dan pertempuran ini juga banyak menewaskan tentara sekutu termasuk Brigadir A.W.S Mallaby.

Memang Waktu itu bangsa Indonesia berada pada Titik Puncak Pejuangan dalam Rangka Kemerdekaan apapun di relakan walau nyawa melayang seperti falsafah hidup para pejuang yaitu lebih mati karena bertempur dari pada hidup di injak-injak penjajah, jadi yang ingin di sampaikan para pejuang adalah “hidup terhormat atau mati mulia”.

 

Begituu banyak tumpahan darah demi kemerdekaan tapi hanya di jadikan seromonial belaka dan di pelajaran sejarah di buku pelajaran sekolah.dan akhir-akhir ini telah terungkap satu persatu para pengkhianat bangsa yang mungkin telah melupakan sejarahnya, mereka adalah para Koruptor.

 

Lantas, bagaimana cara untuk melwannya? Semua harus kembali pada diri sendiri kata “tekat,” “ikhlas,” dan “pantang menyerah.” Tekat berarti menata dan memperkuat kembali niat untuk bekerja untuk bangsa. Ikhlas berarti tanpa mengharap imbalan dari apa yang telah di perbuat. Pantang menyerah berarti totalitas hingga tetes darah penghabisan dalam berikhtiar.

Selamat Hari Pahlawan

Facebook Comments

1 Comment for Refleksi Sejarah Indonesia

  • Lysa says:

    Generasi muda itu wajib membaca sejarah silam agar mereka tahu akan dibawa kemana Negeri ini…

    Mantap nih min aktikelnya.
    Thanks for sharing

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Post to Refleksi Sejarah Indonesia

Smartfren Blogger Gathering Bandung

Posted at September 3, 2016

Bandung kota pertama diluar jabodetabek yang dipercaya pihak smartfren menjadi tuan rumah penyelenggaraan Smartfren Blogger Gathering. Mungkin banyak faktor pendukung selain blogger bandung dan... Read More

Panther Energy baru Persib Bandung

Posted at September 3, 2016

Bandung, siapa tak kenal dengan ibukota salah satu propinsi jawa ini. Selalu ada banyak cerita setiap orang yang pernah mengunjungi kota satu ini, mulai... Read More

Hape 4G cocok untuk pelajar

Posted at April 17, 2016

Pesatnya perkembangan teknologi komputer yang saat ini makin bergeser ke dalam pengembangan mobile dalam hal hardware, software dan konektivitas. LTE/4G adalah generasi keempat teknologi... Read More

Netizen Gathering MPR

Posted at March 20, 2016

Netizen dan MPR merupakan 2 bidang yang berbeda tapi saling berkaitan dan membutuhkan, Jika merujuk pada istilah netizen adalah warga masyarakat yang sehari-hari menggunakan... Read More

disiplin dengan shalat

Manfaat shalat membentuk pelajar berdisiplin

Posted at February 1, 2014

Manfaat shalat membentuk pelajar berdisiplin – Shalat adalah hal yang di lakukan orang islam sebagai cara beribadah. Sebagai orang islam, shalat 5 waktu adalah... Read More