≡ Menu

Sejarah Wajo

Wajo dalam sejarahnya sangat rasional dan dengan kata-kata simpel yang sangat sederhana,Jauh sebelum kerajaan wajo ada dan berdiri telah di tuangkan dalam lontara sukkuna wajo yang menjadi pendahuluan sebelum Kerajaan Wajo itu ada,sejarah wajo sangat rasional dan bukan merupakan fiktif dan karangan legenda karena sejarah wajo dalam LSW atau Lontarak Sukkuna Wajo Itu Fakta adanya.

 

Sebelumnya saya akan mencoba dan me-luruskan paradigma dan sejarah mengenai wajo,karena ada juga yang menyebutkan “papou ri kadong” yang menyebutkan bahwa wajo ada karena adanya pernikahan putri la tadampali dan pangeran bone.tapi itu tidak rasional karena la tadampalie merupakan istri Batara Wajo yang bukan dari awal terbentuknya kerajaan wajo.

 

Wajo tidak langsung merupakan kerajaan yang ada tapi Keraajaan Wajo Berdiri dengan tahapan-tahapan sejarah yang sangat rasional dengan kata-kata simpel sederhana,sebelum keraajan hanya berbentuk komunitas (lampulung dan boli) atau sekumpulan orang yang memiliki ideologi dan kesamaan.

 

Logo Kabupaten Wajo

 

 

Jauh sebelum Keraajaan Wajo dan Penamaan Tana Wajo,Suatu Masa Hidup Se-orang Tua dan Anaknya di pinggir danau yang kemudian banyak orang yang datang dari segala penjuru untuk bermukim di daerah itu karena subur dan berada di pinggir danau yang memiliki banyak ikan,danau itu di beri nama lampulung karena (lampulung=berkumpul), karena membutuhkan pemimpin dan melalui musyawarah orang tua yang membuka lahan itu di pilih sebagai puang’E Lampulung setelah beberapa tahun kemudian  ia meninggal dan kemudian di carilah pengganti yang memiliki kredibilitas dan mumpuni dan di gantilah oleh puang’E riteppeng.

 

Setelah itu Muncul kerajaan Cinnongtabi,kerajaan ini makmur tapi ketika pada zaman 2 pemimpin yang memerintah atau 2 raja kerajaan ini pun menuai berbagai masalah dan dibuburkan.

 

Cinnongtabi di bubarkan dan,Muncul Kerajaan Wajo yang waktu itu dipimpin oleh Batara 1,Batara 2, Batara 3

 

  1. La Tenri Bali
  2. La Mata Esso
  3. La Pateddungi To Samallangi

Pada Kepemimpinan Batara 3 ,Telah Muncul kesalahan-kesalahan yang di lakukan oleh batara wajo,ini pun menimbulkan masalah besar karena Batara Wajo ke-3 Melanggar Ke-susilaan pada Gadis2 . pada masa ini juga lah muncul Filosofi 3S :

 

1.Sipakatau

2.Sipakalebbi

3.Sipaka’inge gangkanna ma’inge

 

Karena telah di ingatkan tapi tak di hiraukan masyarakat wajo selalu memiliki solusi bagi setiap masalahnya Batara Wajo ke-3 pun Eksekusi oleh Masyarakat Wajo sendiri tapi eksekusi ini tetap memengang teguh adat dan di eksekusi lah di luar tana wajo.

 

Jadi Kerajaan Wajo memiliki rezim pemimpin yang kelam,Selanjutnya Terjadi Vacum Of Power Di kerajaan Wajo,dan di pilih lah pemimpin yang betul-betul dapat memimpin Kerajaan Wajo ini di lakukan pada Perjanjian atau Assijangcingeng Labouangpatu ri padeppa dan di sini juga lah di sebutkan “Maradeka To Wajo’E Adenna Na Popuang” ini membuktikan Wajo itu sejak jaman dahulu sangat berdaulat dan memiliki hukum dan Masyarakat wajo Merdeka,jadi sejak dulu Demokrasi telah ada dan di ciptakan oleh masyarakat wajo untuk Kerajaan Wajo dan Telah mengakui hak-hak mendasar orang atau telah mengakui HAM (Hak Asasi Manusia).

 

Setelah Runtuhnya ke-Bataraan Wajo dipimpin oleh Raja yang di sebut Arung Ma Towa yang kemudian sampai dengan kepemimpinan Arung Ma Towa 45 Sampai dengan bergabungnya Kerajaan Wajo dengan RIS yang kemudian NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia).

 

Masa Kejayaan Kerajaan Wajo ketika ke pemimpinan Arung Ma to Towa ke-4 La Tadampare Puang Ri Maggalatung yang merupakan Raja Wajo ke-7,Karena pada masa ini luas wilayah kedaulatan Kerajaan Wajo Sangat Luas karena Sebagian Luwu(larompong),Enrekang,Soppeng sampai lamuru,Sidrap,Bone,Danau Tempe pernah menjadi wilayah kekuasaan Kerajaan Wajo,bukan hanya karena luasnya kekuasaan tapi berdasarkan LSW (Lontarak Sukkuna Wajo) juga di kisahkan dalamnya bahwa pertanian pada waktu itu menanam padi 1* tapi panennya bisa sampai 7*.

 

Salah Satu Arung Matowa Wajo juga berhasil ber ekspansi dan menjadi sultan Pasir di kalimantan “La Maddukelleng” Lebih Lengkapnya Download Makalahnya dan juga bersama-sama sultan kutai melawan dan mengusir Belanda dan antek2nya dari Tana Wajo.

 

Semoga Bermanfaat :)

 

{ 1 comment… add one }

  • Mitha July 10, 2012, 4:19 pm

    hmm..sejarah wajo sangat menarik…

    semoga adat2 wajo yg baik tetp bisa di pertahankan…

    #thank for info…

Leave a Comment