HOME
Home » Opini Pelajar » Menyikapi Fenomena Pernikahan Dini

Menyikapi Fenomena Pernikahan Dini

Posted at January 22nd, 2014 | Categorised in Opini Pelajar

Menyikapi Fenomena Pernikahan Dini – Pernikahan, adalah sebuah momen yang membahagiakan untuk setiap orang. Karena pernikahan adalah waktu di mana seseorang di akui mampu menjalani kehidupan mereka sendiri, dan mampu mengatur kehidupan mereka dan orang-orang di samping mereka. Pernikahan bukanlah sebuah mainan, karena itu wujud dari kesanggupan seseorang dalam memikul sebuah tanggung jawab besar yang bernama “keluarga”. Ketika seseorang tengah menikah, maka dia tak lagi berfikir tentang diri mereka sendiri, tapi juga tentang orang yang mereka tangung semisal anak dan isteri. Sebuah pernikahan membutuhkan pemikiran yang bijak, kesabaran yang tinggi, dan pengertian yang ekstra. Harus ada rasa saling mengerti dan menghormati di antara kedua belah pihak yang berlaku sebagai mempelai dalam membina sebuah rumah tangga. Dan hal itu semua dapat di capai jika kedua-duanya sama-sama mampu berfikir secara dewasa. Dan biasanya pemikiran yang dewasa akan muncul pada orang yang memiliki umur yang cukup, biasanya sekitar umur 20 keatas. Lalu bagaimana cara kita menyikapi adanya fenomena pernikahan dini? Apakah hal itu salah?

Pernikahan Dini

Pernikahan Dini

Sebenarnya tidak bisa kita pukul rata bahwa pernikahan dini itu salah. Tinggal kita lihat dari sudut pandang mana pernikahan dini kita nilai. Memang benar, pernikahan dini jika di lihat dari segi psikologis kurang baik. Karena biasanya jiwa yang masih remaja memiliki emosi yang belum cukup stabil. Rasa cemburu, rasa penasaran, dan rasa ingin bebas masih bergelanyut di benak mereka. Darah muda yang mereka miliki masih mendorong mereka untuk bisa menikmati hidup dengan bebas. Hal ini akan banyak menimbulkan berbagai masalah yang nantinya sangat berpengaruh dalam rumah tangga. Rasa egoisme yang cukup tinggi akan membuka celah tentang adanya sebuah perceraian juga semakin lebar. Belum lagi jika di lihat dari sisi ekonomi. Usia mereka yang masih dini juga berpengaruh pada pengalamn yang mereka miliki. Hingga skill yang mereka miliki juga akan sangat terbatas. Hal tersebut tentunya akan sangat berpengaruh pada sisi ekonomi. Jika mereka tak kuat pada tekanan yang ada, maka yang akan terjadi adalah rumah tangga yang tercerai berai. Karena kekuatan ekonomi juga sangat berpengauh pada keharmonisan sebuah rumah tangga. Coba kita lihat dari sudut pandang yang lain…jika kita lihat dari sudut pandang agama islam, pernikahan dini bukanlah sebuah hal yang salah. Tapi dengan beberapa syarat yang harus dapat mereka penuhi. Oleh karena itu dalam tiap akad nikah, pasti seorang suami akan di janji dan di beri tahu tentang semua tugas dan tanggung jawab yang mereka pikul. Mungkin sebagian orang akan kurang sependapat dengan ini, tapi mari kita lihat pada fakta yang ada. Islam tidak membatasi umur seseorang dalam menikah. Hal tersebut tentunya bukan karena sebab. Tapi jika kita telisik lebih dalam, kita akan menemukan beragam maksud baik yang terkandung di dalamnya. Kenapa islam tidak membatasi umur seseorang untuk menikah? Karena untuk mencegah terjadinya perzinahan yang akan merugikan banyak pihak. Contohnya dapat kita lihat sekarang ini.. pergaulan yang semakin bebas seakan di manfa’atkan oleh para remaja untuk ajang mengumbar hawa nafsu. Hingga kita banyak melihat remaja-remaja putri yang hamil di luar nikah, dan banyaknya nak-anak yang tak jelas siapa bapaknya. Tentu hal ini menjadi sebuah keprihatinan yang besar bagi kita yang mengaku sebagai bangsa beradab. Maka dari pada itu, pernikahan dini memang memiliki sisi positif dan negatif. Sebagaimana tiap hal pasti memiliki kelebihan dan celah sebagai kekurangan. Semua hal yang ada dapat kita nilai menurut pendapat kita masing-masing. Tinggal dari sudut pandang mana anda melihatnya. Pernikahan dini tak selamanya berahir teragis. Buktinya banyak di desa-desa yang menikahkan anak mereka dalam usia dini selama anak mereka yang meminta. Tentu saja bertahan atau tidaknya sebuah pernikahan, tergantung pada orang yang menjalani. Jika yang bersangkutan mau melakukan tanggung jawab mereka dengan benar, maka pernikahan dini bukanlah sebuah kesalahan. Tapi untuk para pelajar, lebih baik kalian belajar dengan tekun. Carilah ilmu dan pengalaman yang banyak. Agar kalian memiliki berbagai skill untuk memperkuat ekonomi kalian ketika kalian memiliki keluarga kelak. Tapi kalian juga harus ingat, hindari pergaulan bebas sebelum peyesalan yang datang terlambat.

Facebook Comments

No comment for Menyikapi Fenomena Pernikahan Dini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Post to Menyikapi Fenomena Pernikahan Dini

Smartfren Blogger Gathering Bandung

Posted at September 3, 2016

Bandung kota pertama diluar jabodetabek yang dipercaya pihak smartfren menjadi tuan rumah penyelenggaraan Smartfren Blogger Gathering. Mungkin banyak faktor pendukung selain blogger bandung dan... Read More

Panther Energy baru Persib Bandung

Posted at September 3, 2016

Bandung, siapa tak kenal dengan ibukota salah satu propinsi jawa ini. Selalu ada banyak cerita setiap orang yang pernah mengunjungi kota satu ini, mulai... Read More

Hape 4G cocok untuk pelajar

Posted at April 17, 2016

Pesatnya perkembangan teknologi komputer yang saat ini makin bergeser ke dalam pengembangan mobile dalam hal hardware, software dan konektivitas. LTE/4G adalah generasi keempat teknologi... Read More

Netizen Gathering MPR

Posted at March 20, 2016

Netizen dan MPR merupakan 2 bidang yang berbeda tapi saling berkaitan dan membutuhkan, Jika merujuk pada istilah netizen adalah warga masyarakat yang sehari-hari menggunakan... Read More

disiplin dengan shalat

Manfaat shalat membentuk pelajar berdisiplin

Posted at February 1, 2014

Manfaat shalat membentuk pelajar berdisiplin – Shalat adalah hal yang di lakukan orang islam sebagai cara beribadah. Sebagai orang islam, shalat 5 waktu adalah... Read More