Kisah PelajarMateri PelajarOpini Pelajar

Netizen Gathering MPR

Netizen dan MPR merupakan 2 bidang yang berbeda tapi saling berkaitan dan membutuhkan, Jika merujuk pada istilah netizen adalah warga masyarakat yang sehari-hari menggunakan Internet yang kemudian terdiri dari banyak macam kelompok, contohnya kebanyakan netizen adalah blogger, pengguna sosial media dan sisanya adalah professional. Secara kompleks netizen merupakan praktisi di bidang IT yang keseharian dan bahkan mata pencahariannya berasal dari bidang itu. Netizen memiliki peran menyampaikan informasi secara digital baik itu berupa tulisan maupun dengan konten visual lainnya, perkembangan Infrastruktur dan  Teknologi Informasi yang semakin pesat membuat Indonesia berada pada jajaran atas pengguna internet di dunia (terutama sosial media karena rata-rata masyarakat indonesia ramah) sehingga informasi yang di sebarkan netizen melalui internet akan menjadi viral dan memiliki power yang mampu mengalahkan monopoli media mainstream yang beberapa dekade lalu memainkan peran mengatur dan mempengaruhi masyarakat.

MPR atau Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia dikutip dari Wikipedia adalah Lembaga legislatif bikameral yang merupakan salah satu lembaga tinggi negara dalam sistem ketatangeraan Indonesia. MPR disebut bikameral karena anggota MPR berasal dari anggota DPR ( Dewan Perwakilan Rakyat Indonesia ) dan anggota DPD ( Dewan Perwakilan Daerah ). Pada awal pembentukan MPR adalah lembaga super power di Indonesia karena pada sistem ketatanegaraan sebelum terjadinya reformasi tahun 1998 MPR adalah Lembaga tertinggi negara Indonesia. Sebab itulah MPR di awal pembentukannya memiliki wewenang memilih, mengangkat dan memberhentikan Presiden Indonesia dengan mengeluarkan TAP MPR (Ketetapan MPR).

inibaruindonesia

MPR setelah reformasi tahun 1998 berdasarkan UUD 1945 hasil amandemen menjadi lembaga tinggi negara yang setingkat dengan lembaga kepresidenan (Presiden dan Wakil Presiden), BPK, MA, MK dan KY. Tugas dan Wewenang Pokok MPR yang diatur dalam UUD 1945 pasal 3 ayat 2-3, pasal 8 ayat 1-2, adalah mengubah dan menetapkan UUD, melantik presiden dan wakil presiden hasil pemilihan umum langsung. Selain itu MPR sebagai representasi rakyat Indonesia dalam mengambil kebijakan memiliki fungsi lain yaitu mengamalkan nilai-nilai Pancasila yang kemudian di implementasikan dalam Sosialisai 4 pilar negara atau 4 pilar kebangsaan.

4 pilar negara atau 4 pilar kebangsaan sebenarnya sudah cukup sering kita dengar baik itu melalui media tv, koran, radio, dan dalam matapelajaran PKN ( Pendidikan Kewarganegaraan ) yang sengaja di masukkan dalam sistem pendidikan agar masyarakat indonesia memahami dan mengamalkan nilai-nilai 4 pilar yang secara pokok adalah :

  1. Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara.
  2. UUD 1945 sebagai konstitusi negara.
  3. NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) sebagai bentuk negara.
  4. Bhineka tuggal ika sebagai simbol persatuan dan keaneragaman suku dan budaya indonesia.

Berdasarkan itulah MPR yang dalam mensosialisasikan 4 pilar kebangsaan memiliki banyak metode, mulai dari lomba cerdas cermat untuk pelajar hingga seminar untuk mahasiswa dan ASN (Aparat Sipil Negara) yang kemudian disadari dalam penyampain sosialisasi masih menggunakan bahasa dan model yang kaku mengadakan diskusi dengan Netizen di bogor yang merumuskan bahwa Netizen dukung program sosialisasi 4 pilar MPR yang kemudian merumuskan diadakannya Netizen Gathering MPR di kota Solo sebagai representasi Netizen Gathering MPR Indonesia karena di ikuti oleh perwakilan netizen/blogger dari 6 kota besar di indonesia yaitu Jakarta, Bandung, Jawa Tengah, Jawa Timur, Makassar, dan Jogjakarta, setiap rombongan berjumlah 5 – 9 orang yang terpilih melaui proses seleksi yang ketat.

Menjadi salah satu netizen yang terpilih mewakili Bandung merupakan kehormatan besar untuk saya, dengan ikut berkontribusi kepada bangsa dan negara melalui kegiatan Netizen Gathering MPR 20-22 November 2015 di Solo.

surket

Karena jumat dan sabtu saya memiliki jadwal kuliah, Sekretariat MPR melalui Bag. PDSI menerbitkan surat Izin yang sangat membantu untuk mengajukan izin ke kampus untuk berangkat mengahadiri kegiatan itu dan berangkat jumat pagi, jarak bandung dan solo yang cukup jauh membuat saya memilih menumpang pesawat tipe jet baling-baling maskapai Lion-Air dengan waktu tempuh kurang dari sejam.

Solo adalah kota yang terkenal dan membuat saya penasaran karena mantan walikotanya adalah Presiden Indonesia yang Ke-7, dan sesampai di bandara adi sumarno saya bersama kang dedi (blogger bandung) bertemu dengan staff MPR yang juga baru sampai dari jakarta. Setelah berkenalan dan berbincang beberapa menit mobil jemputan tiba dan mengantarkan kami ke hotel Lorin Surakarta Solo.

pak ma'ruf

Setelah istirahat dan melakukan registrasi di sore hari kemudian dilanjutkan dengan makan malam bersama yang dirangkaikan dengan pembukaan yang cukup santai dan diawali sambutan dari mas Andri Ka.Bag PSDI MPR-RI yang mengharapkan ide dan masukan dari netizen terkait penggunaan IT dalam sosialisasi 4 pilar MPR. Acara di buka oleh bapak Ma’ruf Cahyono yang waktu Ka.Biro Humas Setjen MPR yang sekarang menjabat Setjen MPR-RI, yang dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini pertama kali diadakan oleh MPR dan juga mengharapkan dukungan pemikiran dan cara tepat dari netizen dalam menyampaikan nilai-nilai 4 pilar ke masyarakat dengan bahasa dan cara penyampain netizen agar mudah dipahami.

Selain itu MPR juga memperkenalkan gerakan moral #inibaruIndonesia untuk mengimplementasikan dan mengaktualisasikan nilai-nilai 4 pilar dalam kehidupan sehari-hari sebagai pedoman dalam berbangsa dan bernegara, tentu saja dengan cara yang modern dan memanfaatkan IT dalam sosialisasi.

berpendapat

Setalah acara pembukaan malam itu peserta Netizen Gathering MPR di bagi menjadi 2 Kelompok yaitu konten dan media yang esok hari akan merumuskan rekomendasi untuk MPR sebagai masukan untuk sosialisasi 4 pilar kedepannya. Saya mendapat kelompok media yang pada hari kedua melakukan diskusi tertutup untuk merumuskan media dan cara penyampaian yang tepat berdasarkan sudut pandang blogger/netizen. Setelah melakukan diskusi dan makan siang, sesuai rundown acara kami kemudian diajak city tour kota solo mengunjungi Keraton Surakarta, Kampung Batik Laweyan dan makan malam di resto Boga Bogi. Hari ketiga setelah sarapan, setiap kelompok mempersentasikan laporan rumusan rekomendasinya ke semua peserta dan pihak MPR dan dilanjutkan dengan acara Penutupan yang diakhiri dengan foto bersama.

Peserta Netizen

Setelah seluruh rangkaian kegiatan Netizen Gathering MPR Solo selesai saya bersama rombongan Blogger Bandung memanfaatkan waktu untuk jalan2 mengeksplore solo sambil menunggu jadwal kereta api menuju bandung yang akan berangkat 19.00 WIB setelah magrib.

grovie

Sebagai anak rantau di kota bandung yang jauh dari kampung halaman saya di Sengkang, Sulawesi Selatan, berangkat sendirian bukan kali pertama tapi mengunjungi kota solo selama 3 hari dan bertemu dan bekerjasama dengan netizen dari kota lain adalah pengalaman tak ternilai.

Terimakasih setjen MPR dan seluruh peserta Netizen Gathering MPR

Show More

Andi Agus

I am Blogger Nusantara

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker